Menteri LH Sebut Pulau Kalimantan Miliki Potensi Besar dalam Biodiversitas

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – The 2nd KUUB Postgraduate Research Colloquium yang dirangkaikan dengan The 6th International Conference on Chemical Engineering & Applied Sciences (ICCHEAS 2025) digelar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kamis (16/10).

Menteri Lingkungan Hidup (LH) RI, Hanif Faisol Nurofiq hadir dan mengajak perguruan tinggi di Kalimantan untuk memperkuat peran mereka dalam upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui kolaborasi global

Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap ULM sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi internasional yang mengangkat tema chemistry, applied science, biodiversity, carbon sequestration, and sustainability. Menurutnya, tiga hal tersebut menjadi kunci penting dalam pembangunan berkelanjutan di wilayah Borneo.

Baca Juga Rute Internasional Perdana Banjarmasin-Kuala Lumpur Segera Terbang, GM Syamsudin Noor: Persiapan Sudah 80 Persen

“Saya bangga sebagai alumnus ULM, kampus ini menjadi tempat penyelenggaraan berbagai konferensi internasional. Tema yang diangkat hari ini sangat relevan dengan kondisi Kalimantan yang memiliki potensi besar dalam biodiversitas dan penyerapan karbon,” kata Hanif, Banjarmasin, Kamis (16/10/2025).

Hanif menjelaskan, gagasan pengembangan Borneo sebagai pusat ekosistem global sebenarnya sudah lama muncul, bahkan diinisiasi bersama oleh para akademisi dari Indonesia dan Malaysia.

Ia menekankan pentingnya langkah taktis yang bisa dimulai dari universitas-universitas di Kalimantan untuk menyusun skenario pembangunan berkelanjutan yang berkontribusi pada tingkat global.

Menurutnya, Kalimantan memiliki peran besar dalam mitigasi perubahan iklim karena wilayah ini menyimpan ekosistem gambut dan mangrove yang luas. Kedua ekosistem tersebut berfungsi penting sebagai penyerap karbon alami yang perlu dijaga keberlanjutannya.