WARTABANJAR.COM, WONOSOBO – Suasana mencekam melanda Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, setelah insiden tragis menimpa Serda RS, anggota TNI yang tewas dibacok di sebuah kafe, Minggu malam (14/9/2025). Amarah warga pun meledak. Kafe tempat kejadian dirusak dan dibakar hingga menimbulkan kepanikan.
Kafe yang berada di Desa Jolontoro, Sapuran, jadi sasaran kemarahan massa. Puluhan orang melempari kaca dengan batu, mengobrak-abrik isi bangunan, lalu membakar fasilitas di dalam menggunakan ban bekas.
“Intinya kami menuntut keadilan. Nyawa harus dibalas dengan nyawa,” tegas Vreda, kerabat korban yang ikut memimpin aksi.
Netizen Ramai Bertanya: Kenapa Kafe yang Disalahkan?
Kemarahan warga ini memicu perdebatan panas di media sosial. Banyak netizen mempertanyakan alasan kafe menjadi sasaran, padahal pelaku pembacokan belum tentu pihak pengelola.
Beberapa komentar warganet:
“Saya kok nggak paham, kenapa kafenya yang dirusak?”
“Lha nyapo TNI ngkaraokenan jam semono?”
“Kasihan, tentara meninggal kok di kafe, bukan pas dinas…”
“Mungkin karena di situ banyak orang nongkrong yang bikin masalah, makanya disalahin.”
“Loh kok kafene? Hambok omahe tersangkane ae yang dibakar.”
Tragedi ini menambah daftar panjang konflik yang kerap terjadi di tempat hiburan malam Wonosobo. Netizen bahkan mengingatkan bahwa tahun lalu kasus serupa juga pecah di kafe sekaligus karaoke di wilayah yang sama.
Hingga kini aparat masih berjaga di sekitar lokasi untuk meredam amarah massa dan mencegah kerusuhan susulan. Publik menunggu langkah tegas polisi mengusut pelaku pembacokan dan menenangkan situasi yang kian panas.(Wartabanjar.com/andreli_48/berbagai sumber)

