WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Di balik kejayaan Carlos Alcaraz yang baru saja menjuarai US Open 2025 dan kembali merebut peringkat nomor satu dunia ATP, ada sosok penting yang tak pernah jauh dari bangku pelatih: Juan Carlos Ferrero.
Ferrero bukan nama asing di dunia tenis. Mantan petenis asal Spanyol itu pernah menduduki peringkat nomor satu dunia pada September 2003, tepat setelah mencapai final US Open. Kini, 22 tahun kemudian, muridnya Alcaraz merayakan momen serupa di panggung yang sama.
Ferrero mulai menangani Alcaraz sejak usia 15 tahun. Dengan disiplin latihan yang ketat, pendekatan mental yang matang, serta pengalaman sebagai petenis top dunia, Ferrero membentuk Alcaraz menjadi pemain komplet: cepat di baseline, agresif di net, dan kuat secara mental.
Kombinasi itu terbukti. Dalam usia 22 tahun, Alcaraz sudah mengoleksi enam gelar Grand Slam dan tujuh gelar pada musim 2025. Bahkan, ia kini disebut-sebut sebagai penerus kejayaan Rafael Nadal di Spanyol.
Dengan Alcaraz yang masih muda dan terus lapar akan prestasi, publik tenis dunia yakin, era baru telah lahir. Dan di baliknya, ada sentuhan Ferrero, sang maestro yang melahirkan juara baru. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

