WARTABANJAR.COM, NEW YORK – Seminggu menjelang pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada 24 Juni 2025, situasi politik Amerika Serikat memanas setelah Brad Lander, kandidat wali kota New York, ditangkap oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Penangkapan ini terjadi saat Lander tengah mendampingi seorang terdakwa di pengadilan imigrasi. Ia dituduh “menghalangi aparat,” meskipun Lander bersikeras bahwa sebagai warga negara Amerika Serikat, dirinya tidak bisa ditahan tanpa surat perintah pengadilan.
Insiden ini memicu gelombang kecaman dan semakin memperuncing ketegangan antara pejabat Partai Demokrat dan ICE. Ketegangan tersebut telah lama membara, menyusul serangkaian insiden serupa dalam beberapa pekan terakhir, termasuk penahanan terhadap Wali Kota Newark Ras Baraka dan Senator Alex Padilla, dua figur yang juga dikenal vokal menentang kebijakan imigrasi era Trump.
Secara politis, momen penangkapan ini menjadi titik balik penting bagi Lander. Ia diketahui berada di posisi keempat dalam bursa kandidat dengan dukungan sekitar 8–11 persen. Meski bukan unggulan, sorotan besar media dan simpati publik yang mengalir disebut-sebut berpotensi mendongkrak elektabilitasnya secara signifikan.
BACA JUGA:WADUH! Perwira Polda Sulteng Diduga Aniaya Remaja Gegara Mie Telur
“Ini bukan sekadar urusan penegakan hukum, tapi menyangkut prinsip keadilan dan perlakuan setara,” kata seorang juru bicara kampanye Lander.
Para analis menilai insiden ini akan menjadi ujian besar, tidak hanya bagi Lander, tetapi juga bagi posisi moral Partai Demokrat dalam isu imigrasi dan penegakan hukum federal.

