WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, membuka kesempatan bagi masyarakat dan komunitas untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan sebagai ruang beraktivitas, belajar, dan mengembangkan kreativitas.

Tawaran ini disampaikan untuk memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang publik yang inklusif, tidak hanya sebagai tempat membaca buku dan mencari informasi, tetapi juga sebagai wadah pengembangan potensi masyarakat.

Kepala Dispersip Tabalong Norhayati mengatakan, pemanfaatan fasilitas perpustakaan oleh komunitas merupakan bagian dari pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Baca juga: Operasi Sarang Narkoba di Tabalong, Polisi Ringkus 10 Orang dan Sita 167,51 Gram Sabu

Baca juga: Tiket Laga Barito Putera vs Persis Solo di Stadion 17 Mei Banjarmasin Sudah Tersedia

Dituturkannya, perpustakaan dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk berkegiatan sesuai dengan minat dan bidang masing-masing.

“Kami berharap perpustakaan ini dikenal luas oleh masyarakat maupun komunitas. Perpustakaan menyediakan tempat untuk para komunitas beraktivitas maupun berkreasi sesuai dengan bidang masing-masing,” kata Norhayati, Rabu (28/10/2026).

Salah satu pemanfaatan fasilitas tersebut, lanjut Norhayati, terlihat melalui kegiatan kelas public speaking bertema Speak for Peace yang digelar bersama sejumlah komunitas pada Minggu (25/10/2026) di Aula Dispersip Tabalong.

"Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana perpustakaan dapat digunakan untuk mendukung aktivitas pengembangan keterampilan masyarakat di luar kegiatan membaca," ucap Norhayati.

Ia menambahkan, kegiatan komunitas seperti kelas public speaking diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih mengenal dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan daerah.

Melalui program perpustakaan berbasis inklusi sosial, Dispersip Tabalong berharap semakin banyak komunitas yang memanfaatkan ruang yang tersedia untuk mengembangkan kemampuan, bertukar gagasan, dan menghasilkan kegiatan kreatif. (wartabanjar.com)