Aruh Pemuda 2026 di Banjarbaru, Dispora Kalsel Dorong Anak Muda Bersuara dan Hadirkan Solusi
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Berani menyampaikan pendapat, peduli terhadap persoalan sekitar, dan mampu menawarkan solusi menjadi tantangan bagi generasi muda dalam mengambil peran di pembangunan daerah.
Semangat itulah yang diusung dalam Aruh Pemuda 2026 atau Kalimantan Youth Conference di Banjarbaru, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Auditorium KH Idham Chalid tersebut menjadi wadah kolaborasi lintas sektor bagi pemuda untuk merumuskan gagasan, mendiskusikan isu strategis, serta menyusun rekomendasi bagi masa depan Kalimantan.
Baca juga: Sisihkan 87 Tim, Eboy FC Juara Kapolda Cup Kalsel 2026
Baca juga: Tim Persis Solo Tiba di Banjarmasin, Jelang Laga Kontra Barito Putera di Stadion 17 Mei
Kegiatan ini berkolaborasi dengan BASAIbu Wiki – Kalimantan, yang mendorong kaum muda berani menyuarakan persoalan sekaligus menuangkan gagasan menjadi aksi nyata.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, Febriadin Hafiz AP MSi, mengatakan kegiatan tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di daerah.
Menurutnya, pembangunan pemuda tidak semata-mata dilihat dari angka statistik, tetapi juga harus mencerminkan kondisi, kemampuan, dan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami mengapresiasi pada effort mereka mencoba untuk bisa speak up terhadap problem-problem yang ada dalam dirinya,” ujar Febriadin saat diwawancarai.
Ia berharap para peserta mampu mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, berani menyampaikan aspirasi, dan menerjemahkan gagasan menjadi aksi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Febriadin menjelaskan, Dispora Kalsel juga menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kapasitas pemuda, di antaranya Youth Summit, Wirausaha Muda, Literasi Digital untuk Pemuda, pengembangan keterampilan kewirausahaan berbasis digital, serta program Pemuda Pelopor dan Pemuda Berprestasi.
Selain pengembangan keterampilan, Dispora Kalsel mendorong kolaborasi lintas satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk membahas berbagai persoalan kepemudaan, termasuk perkawinan usia anak dan pelestarian kearifan lokal.
Menurut Febriadin, pemuda tidak seharusnya hanya menjadi objek pembangunan.
Mereka perlu dilibatkan sebagai pelaku perubahan sekaligus pembawa pesan yang ikut menjaga tradisi dan nilai-nilai lokal Kalimantan Selatan.