WARTABANJAR.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini banjir rob di pesisir wilayah Kalimantan Selatan, Senin (26/10/2026).

Banjir rob terjadi karena adanya fase bulan purnama pada tanggal 26 Oktober 2026.

Fase ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum atau banjir rob.

Berdasarkan pantauan data water
level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di pesisir wilayah Kalimantan Selatan.

Masyarakat pesisir pantai diimbau agar selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir pesisir (rob).

Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Perairan Kotabaru pada tanggal 26 - 31 Oktober 2026 pukul 18.00- 23.00 WITA dengan ketinggian mnaksimum mencapai 3.0 meter.

Baca Juga Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini

Baca Juga Pemko Banjarmasin Surati Presiden Terkait Penanganan Karhutla, Usai Dua Kali Tak Dapat Banpres

Wilayah berpotensi terdampak di pesisir perairan Kotabaru dan perairan Tanah bumbu.

Hal ini berdampak pada terganggunya aktivitas keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat
di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.

Banjir rob adalah banjir akibat air laut pasang yang meluap naik ke daratan atau wilayah pemukiman di kawasan pesisir.

Berikut penyebab utama banjir rob;

Faktor Astronomi: Gaya gravitasi bulan dan matahari (terutama saat fase bulan purnama atau bulan baru) yang menyebabkan pasang maksimum air laut.

Kenaikan Muka Air Laut: Dampak perubahan iklim dan mencairnya es kutub yang meninggikan permukaan laut.

Penurunan Muka Tanah (Land Subsidence): Pengambilan air tanah yang berlebihan dan beban bangunan yang membuat daratan pesisir lebih rendah dari permukaan laut (seperti di Jakarta dan Pantura Jawa).

Kerusakan Lingkungan: Hilangnya hutan mangrove yang berfungsi sebagai peredam alami gelombang dan pasang air laut. (Wartabanjar.com)