WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus menyelimuti Kota Banjarmasin. 

Kondisi kabut terlihat semakin pekat terjadi pada Minggu (25/10/2026) pagi hingga sore. 

Pantauan Wartabanjar.com di salah satu titik di Banjarmasin, yakni  kawasan gerbang batas kota  Banjarmasin dan Kabupaten Banjar Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 sekitar pukul 14.00 Wita,  asap tebal menyelimuti wilayah tersebut.

Baca juga: Hujan untuk Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Bumbu Jatuh di Kabupaten Banjar

Baca juga: Hasnan Kaget Kepulan Asap Muncul di Toilet Pasar Kuripan Banjarmasin

Udara bahkan tampak menguning sedari pagi.

Namun demikian kendaraan roda dua dan roda empat ramai lalu lalang atau melintas di sekitar gerbang batas kota itu.

Kondisi udara Kota Banjarmasin yang penuh kabut asap tebal tersebut selaras dengan laporan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Menurut laporan DLH Kasel di akun instagram, indeks standar pencemaran udara (ISPU) Banjarmasin masuk kategori merah atau sangat tidak sehat karena sudah berada di angka 280.

Terkait kualitas udara Kota Seribu Sungai yang penuh kabut asap, Masitah Endah Sujiani (71), warga Banjar Indah, Pemurus Dalam, Kota Banjarmasin mengeluh terganggu pernapasannya. 

"Kadang-kadang sesak napas, pusing juga terus batuk-batuk," katanya. 

Masitah berharap pemerintah baik pusat, provinsi dan kota secepatnya menyelesaikan masalah ini. 

"Ingin sekali sebagai warga terutama kami yang sudah tua ini menikmati udara bersih segar," ujarnya. 

Warga Pemurus Dalam, Banjarmasin lainnya Maidah (48) juga mengaku resah dengan keadaan kabut asap. 

"Hirup udara bersih sekarang jadi susah. Terus kadang batuk-batuk, pusing juga. Semoga cepat berakhirlah kabut asap ini," ujarnya. (Wartabanjar.com)