WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun diamankan polisi setelah nyaris diamuk massa.

Massa menduga bocah tersebut membakar warung makan yang berada di Jalan Jafri Zamzam, samping Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kamis (22/10/2026).

Meski api sempat menyala, namun bisa segera dimatikan oleh warga dan sejumlah relawan BPK (barisan pemadam kebakaran).

Menurut pemilik warung, Rahman, api sempat membakar gerobak tempat menyimpan barang.

"Untung ada yang melihat lalu cepat dipadamkan," katanya.

Bocah yang diduga melakukan pembakaran diamankan warga di sekitar kawasan Menara PDAM. Tidak jauh dari warung yang dibakarnya.

Sejumlah warga yang emosi sempat memberi "pelajaran" ke bocah yang berada dalam kondisi "mabuk lem" itu.

Untung ia diamankan para relawan sebelum massa yang lebih banyak melampiaskan emosinya.

Menurut Rahman, dalam kondisi kurang sadar bocah itu mengaku telah membakar warungnya.  

Ia pun mengatakan melakukan pembakaran di tempat lain.

"Cuma kayak pengaruh mabuk lem begitu jadi tak bisa dipastikan. Tapi kalau kebakaran di warung saya, iya benar karena ytelaj dilihatkan," kata Rahman. 

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Banjarmasin Tengah, AKP Bimasa Zebua membenarkan telah mengamankan bocah tersebut.

"Anak tersebut masih dalam pengawasan kami di Mapolsek," katanya.

Dalam perkembangannya, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan setelah orangtua bocah tersebut datang.

Dampak Mematikan Ngelem

Terlepas dari kasus tersebut, berikut dampak negatif ngelem seperti dilansir Alodokter.com.

Ngelem adalah kebiasaan menghirup uap pelarut organik (seperti toluena pada lem) yang memicu sensasi mabuk atau melayang. 

Kebiasaan ini sangat berbahaya karena merusak sistem saraf pusat, memicu halusinasi, serta berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen, gagal ginjal, dan kematian mendadak (sudden sniffing death).

Efek Jangka Pendek

1. Sensasi fisik: Rasa pusing, tubuh lemas, koordinasi tubuh terganggu, jantung berdebar cepat, serta mual atau muntah.

2. Psikologis: Muncul rasa senang berlebihan sesaat (euforia), kebingungan, cemas, atau halusinasi.