Tanah Laut Catat Angka Inflasi Tertinggi se-Kalsel, Harga Beras dan Emas Naik
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Kabupaten Tanah Laut mencatatkan rekor angka inflasi Year-on-Year (y-on-y) tertinggi di seluruh Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu menembus angka 5,78 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,96 pada September 2026.
Berdasarkan data Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Laut, Siswo Widjanarko, angka inflasi tersebut menjadikan Tanah Laut sebagai wilayah dengan laju kenaikan harga paling menonjol di Kalsel.
Sebaliknya, inflasi terendah di Kalimantan Selatan dicatatkan oleh Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar 3,71 persen dengan IHK 114,14.
Sumbangan terbesar terhadap lonjakan inflasi tahunan di Tanah Laut bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 3,37 persen.
Komoditas beras menyumbang andil 1,18 persen, disusul cabai rawit 0,45 persen, ikan nila 0,41 persen, serta minyak goreng sebesar 0,22 persen.
Baca Juga Kabut Asap Tebal di Jalan Trans Kalimantan km 20 Anjir Batola Pagi ini
Baca Juga Terpengaruh Medsos, Siswa SMP di Banjarmasin Ajak Duel Teman Lalu Direkam, Polisi Bertindak
Selain sektor pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut memberi tekanan inflasi tahunan sebesar 0,72 persen, di mana komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama dengan andil sebesar 0,61 persen.
Dokumen BRS perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) serta rincian indikator strategis perekonomian daerah tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Tanah Laut kepada WartaBanjar.com melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (20/10/2026).
"Ini BRS inflasi, data indikator strategis dapat dilihat di link ini," kata Siswo Widjanarko sembari melampirkan tautan dokumen rilis resmi BPS Tanah Laut.
Secara bulanan (Month-to-Month / m-to-m), Kabupaten Tanah Laut mengalami inflasi sebesar 0,48 persen pada September 2026 yang didominasi oleh kenaikan harga kelompok bahan makanan harian.
Sementara secara akumulatif Year-to-Date (y-to-d), laju inflasi di Kabupaten Tanah Laut hingga September 2026 tercatat berada pada level 3,85 persen. (Wartabanjar.com/*)