WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan agama senilai Rp600 juta bersamaan dengan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren Al-Fatih, Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari, Kamis (22/10/2026).

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bukti komitmen Pemkab dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) di sektor keagamaan guna mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.

Upacara peringatan dipimpin langsung Bupati Tanah Laut H Rahmat Trianto dan dihadiri Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, para kepala SKPD, pimpinan pondok pesantren, perwakilan santri se-Kabupaten Tanah Laut, serta para tokoh dan guru agama.

Baca juga: Disnaker Tabalong Buka 16 Kuota Pelatihan Operator Alat Berat, 75 Peminat Ikuti Tes Tertulis

Baca juga: 3 Titik Api Karhutla Ditemukan di Blok Merah Gubernur Syarkawi Kabupaten Banjar

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan amanat Menteri Agama yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

"Santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa di era modern melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia," ujar Rahmat Trianto saat membacakan sambutan Menteri Agama.

Selain itu, apresiasi disampaikan atas dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Kehadiran direktorat baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan tiga peran vital pesantren, yakni bidang pendidikan, dakwah, serta pemberdayaan masyarakat.

Alokasi anggaran beasiswa sebesar Rp600 juta tersebut disalurkan kepada dua kelompok penerima manfaat. 

Sebanyak 60 santri, ustadz/ustadzah, dan mahasiswa sekolah keagamaan di luar negeri masing-masing menerima Rp8.500.000. 

Sementara itu, 36 penerima di sekolah keagamaan dalam negeri memperoleh bantuan masing-masing Rp2.500.000.

Rangkaian peringatan ini mengemukakan pesan mendalam bahwa Hari Santri merupakan milik seluruh elemen bangsa Indonesia.

 Nilai-nilai persatuan dan nasionalisme terus ditekankan selaras dengan semangat hubbul wathan minal iman atau cinta Tanah Air adalah bagian dari iman. (Wartabanjar.com)