Gegara Ngambek, Ronaldo Cuma Diskorsing Sebulan Plus Denda Rp5 Juta, Kembali ke Timnas Portugal?
WARTABANJAR.COM - Sikap Cristiano Ronaldo yang meninggalkan Timnas Portugal berujung sanksi untuk megabintang sepak bola dunia itu.
Dewan Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal menjatuhkan sanksi untuk Cristiano Ronaldo berupa skorsing selama sebulan plus membayar denda, Senin (19/10/2026).
Selama 30 hari, pemain tim Liga Arab Saudi, Al Nassr itu dilarang bergabung ke Timnas Portugal.
Sementara jumlah denda yang dijatuhkan sangat kecil nilainya bagi seorang Ronaldo. Hanya, 255 euro atau setara Rp 5,1 juta.
Putusan sanksi ini diberikan gegara Ronaldo ngambek ketika tidak dimainkan memperkuat Timnas Portugal di UEFA Nations League.
Tak hanya emosi, ia juga meninggalkan kamp pelatihan Timnas Portugal.
Ronaldo kesal karena pelatih Timnas Portugal Jorge Jesus tidak memainkannya dalam laga melawan Norwegia dan Denmark.
Ia kemudian menggungah postingan di akun medsosnya dengan menyatakan telah dibohongi oleh Jorge Jesus.
Lantas apakah Ronaldo akan kembali ke Timnas Portugal setelah sanksi itu berakhir?
Belum ada kepastian dari Ronaldo dan Jorge Jesus.
Baca Juga: Gegara Ronaldo Pergi, Medsos Timnas Portugal Anjlok Jutaan Pengikut
Baca Juga: Tak Cuma Ngambek, Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal di UEFA Nations League
Namun, kakak kandung Ronaldo, Elma Aveiro mengatakan kecil kemungkinan adiknya kembali ke Timnas Portugal.
"Ketika Anda dikhianati, sulit untuk kembali. Situasinya sangat rumit. Lebih condong dia tidak kembali ke sana," ujarnya dilansir dari beIN Sports.
Elma Aveiro mengaku sedih melihat Ronaldo diperlakukan seperti itu.
Padahal, pemain berjuluk CR7 itu sudah memberikan segalanya buat Timnas Portugal.
"Aku sampai tidak bisa berkata-kata. Sangat berat melihat saudaraku harus melalui cobaan seperti ini. Dia jelas merupakan salah satu orang yang paling tidak pantas mengalami hal ini," ungkapnya.
"Aku merasa sedih, karena sayangnya orang-orang Portugal melupakan apa yang telah dicapai sebelumnya dan kini justru beranggapan bahwa segala sesuatunya harus dilakukan dengan cara yang berbeda," ucap Elma Aveiro. (Wartabanjar.com)