Wajah Baru Pusat Kota Pelaihari Tanah Laut: Tugu 0 Kilometer Berputar Kini Berdiri Megah
Keunikan utamanya terletak pada fitur mekanis yang membuat tugu ini mampu berputar.
Kepala DPRKPLH Kabupaten Tanah Laut, Gusti Dwi Erzandi Kasuma, menjelaskan bahwa rancangan tugu ini memadukan konsep minimalis modern dengan nilai sejarah lokasi setempat.
"Baik, jadi konsepnya, memang ini tempat yang paling bersejarah menurut cerita dari beliau, karena tokoh masyarakat kebetulan Pak Hj. Zazuli ini mulai kecil-kecilnya beliau di sini. Dan di depan kita persis ini dulu rumah tinggal beliau. Artinya mengenang kembali dengan yang dulu sekarang kita sulap menjadi menyesuaikan kondisi zaman sekarang," jelas Gusti Dwi Erzandi Kasuma.
Ia menambahkan bahwa proses perencanaan tugu telah melalui konsultasi bersama jajaran pimpinan daerah untuk menghasilkan daya tarik wisata baru di pusat kota.
"Makanya ini mungkin konsep ini juga kita kemarin konsultasikannya dengan Pak Bupati, dengan Pak Wabup, dengan Pak Sekda juga, sehingga jadilah kondisi yang sekarang. Ini ada lambang-lambang ikonik Tanah Laut, lambang Kijang Mas juga, ada kijangnya juga. Artinya kebersamaan kita berlari seperti kijang akan nantinya Tanah Laut lebih maju lagi," tambahnya.
Keistimewaan tugu ini semakin terasa saat malam hari ketika tata cahaya modern menyinari ornamen berputarnya.
Fitur atraktif tersebut disiapkan menjadi daya pikat utama bagi warga lokal maupun wisatawan luar daerah yang melintas di Pelaihari.
"Dan yang paling ikonik lagi, tugu yang sekarang mungkin satu-satunya di Kalimantan Selatan yang bisa berputar. Nanti akan berputar ini mungkin dari jam 7:00 sampai jam 11:00 malam, seperti itu," tutur Erzandi.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berharap landmark baru ini tidak hanya memperindah lanskap kota pada malam hari, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian masyarakat dalam merawat fasilitas publik bersama. (Wartabanjar.com/*).