WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang merupakan prioritas nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan dijalankan melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk mencapai swasembada pangan, mulai memberikan manfaat bagi petani di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Lahan yang sebelumnya terbengkalai selama puluhan tahun kini berubah menjadi sawah produktif dan mampu menghasilkan panen yang cukup baik.

Ketua Kelompok Tani Margo Sugih, Sunaryo, mengaku bersyukur atas bantuan pemerintah berupa program cetak sawah. Menurutnya, lahan yang dulunya tidak dimanfaatkan kini telah menjadi sumber penghasilan bagi para petani.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu melalui program cetak sawah. Lahan yang sebelumnya merupakan lahan tidur selama puluhan tahun kini sudah bisa ditanami," ujarnya pada wartabanjar.com di lokasi areal persawahan miliknya, Rabu (29/7/20269.

Sunaryo berharap luas lahan sawah hasil program CSR yang dikelola kelompoknya dapat mencapai 5 hektare.

Namun, ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah kendala, seperti pada musim kemarau ketersediaan air yang terbatas.

Baca Juga: Wakil Bupati Tanah Laut Buka Rakortek UKPBJ Kalimantan Selatan guna Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang Jasa

Baca Juga: Pengunjuk Rasa Beri Perwakilan PLN Banjarmasin Batu Bara Gratis, General Manager Kalselteng Siap Mundur

Pada musim hujan menurutnya, banjir juga menjadi persoalan utama karena air sering meluap akibatnya lumpur bisa menjadi sangat dalam dan mengganggu aktivitas pertanian.

Meski demikian, sawah tersebut sudah dapat ditanami dua kali dalam setahun. Pada musim tanam kali ini, petani menanam padi varietas Inpari 32 dengan produktivitas mencapai sekitar 5,2 ton gabah per hektare.

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Margo Sugih, Damin, menuturkan saat musim kemarau, lahan berpotensi mengalami kekeringan.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat membangun embung atau jaringan irigasi agar pasokan air tetap tersedia sepanjang tahun.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur pengairan akan membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan hasil panen petani. (wartabanjar com/Suhardi).

Editor Restu