WARTABANJAR.COM, MARTAPURA - Puluhan calon pambakal mulai bersaing memperebutkan suara masyarakat, dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Banjar, Rabu (22/07/2026).

Pilkades digelar di 20 desa yang tersebar di 11 kecamatan dengan melibatkan 61 calon pambakal, melalui 37 tempat pemungutan suara (TPS).

Bupati Banjar H Saidi Mansyur yang meninjau TPS 3 dan TPS 4 Desa Cindai Alus, berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung lancar hingga selesai.

”Kami berharap pemilihan kepala desa yang tersebar di berbagai desa ini, bisa berjalan dengan baik,” ujarnya saat ditemui awak media.

Menurut Saidi, kelancaran pemungutan suara juga bergantung pada kesiapan panitia dalam menjalankan setiap tahapan.

”Kami menitipkan kepada kepanitiaan agar bisa melaksanakan tahapan ini, dari awal sampai akhir dengan lancar,” katanya.

Ia menilai Pilkades merupakan bagian dari pesta demokrasi di tingkat desa, yang harus dikawal bersama.

”Ini bagian dari pesta demokrasi di Kabupaten Banjar yang harus kita kawal,” ucapnya.

Baca Juga: Pengendara Tewas Terjepit Truk di Jembatan Sungai Ramania Kabupaten Banjar

Baca Juga: 116 Personel Disiagakan Amankan Pilkades Serentak 2026 Kabupaten Banjar, Fokus Pengamanan di 32 TPS

Menurut Saidi, pesta demokrasi tersebut diharapkan mampu melahirkan kepala desa yang benar-benar sesuai harapan masyarakat.

”Sehingga nantinya setiap desa mempunyai pemimpin-pemimpin yang sesuai harapan masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, pengamanan di sejumlah wilayah yang memiliki jumlah calon lebih banyak juga telah dipersiapkan, dengan melibatkan kepolisian bersama unsur Forkopimcam.

”Saat ini mungkin di beberapa tempat jumlah calonnya lebih banyak. Di situ juga ada dukungan dari kepolisian dan Forkopimcam, sehingga kegiatan ini bisa berjalan sesuai harapan kita bersama,” jelasnya.

Dalam Pilkades Serentak tahun ini, terdapat dua desa yang hanya memiliki satu calon pambakal, yakni di Kecamatan Paramasan dan Kecamatan Pengaron.

Saidi berharap kepala desa yang nantinya terpilih mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

”Harapan masyarakat juga menjadi harapan kami, menghadirkan pemimpin-pemimpin desa yang nantinya bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” tuturnya.