Guna Cetak Generasi Maju, DP3AP2KB Tanah Laut Minta Guru SMP/MTS Masukkan Kurikulum SSK ke Dalam RPP
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) Kabupaten Tanah Laut mengajak seluruh jajaran tenaga kependidikan untuk memasukkan kurikulum Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Langkah strategis tersebut ditekankan saat pembukaan agenda Orientasi Penyusunan RPP bagi Guru SSK Jenjang SMP/MTS se-Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu (8/7/2026).
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah, menegaskan bahwa SSK merupakan program krusial yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah tanpa menambah mata pelajaran baru.
"Program ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab siswa terhadap isu-isu kependudukan, serta membentuk generasi muda Tanah Laut yang cerdas, sehat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi," ujar Maria Ulfah.
Lebih lanjut, Maria Ulfah memaparkan empat poin instruksi penting bagi para guru. Pertama, guru harus menginternalisasi esensi SSK dengan menyisipkan konsep kesehatan reproduksi dan pencegahan perilaku berisiko ke dalam mata pelajaran yang diampu agar siswa memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Baca Juga Polisi Angkut Uang Tunai Rp60 Miliar Pakai Rantis Barracuda, Siapa Pemilik Kafe Mewah de’Clan?
Baca Juga Jadwal Pemadaman Listrik di HST Tanpa Kepastian, Mahasiswa Desak Transparansi Informasi PLN
Kedua, penyusunan RPP wajib dilakukan secara kreatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik guna menciptakan atmosfer belajar yang bermakna. Ketiga, guru diminta menjadi agen perubahan dengan menggerakkan rekan sejawat serta aktif membangun pojok kependudukan di perpustakaan sekolah.
"Terakhir, jalin kolaborasi dan sinergi. Keberhasilan program SSK tidak dapat dicapai secara parsial. Perlu kerja sama erat antara guru, kepala sekolah, pengawas, dan dinas terkait. Kami di dinas akan terus memfasilitasi forum koordinasi ini," pungkas Maria Ulfah dalam orientasi yang menghadirkan narasumber dari KemendukBangga Prov Kalsel dan MAN IC Tala tersebut. (Wartabanjar.com/Gazali/*).
Editor Restu