WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Job Fair 2026 Resmi ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Tenaga Kerja yang sudah berlangsung selama empat hari, sejak 22 hingga 25 Juni 2026, di Halaman Pendopo Bersinar Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Kegiatan ini disambut antusiasme tinggi dari masyarakat dengan ribuan pencari kerja yang memadati lokasi pameran.

Berdasarkan data panitia hingga malam ketiga pelaksanaan, jumlah pengunjung mencapai sekitar 3.805 orang. Dalam kegiatan tersebut tersedia 382 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor usaha dan industri yang dapat dilamar secara langsung oleh para pencari kerja.

Dari puluhan stan yang hadir, PT Jhonlin Baratama menjadi perusahaan yang paling banyak menarik perhatian. Stan perusahaan tersebut dikunjungi lebih dari 900 pencari kerja, menjadikannya sebagai stan favorit dengan jumlah pengunjung terbanyak selama Tabalong Job Fair 2026.

Secara keseluruhan, kegiatan menghadirkan 40 stan yang terdiri atas 23 perusahaan, delapan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, empat instansi pemerintah, dan lima pelaku UMKM.

Baca Juga Empat Pejabat PDAM Barito Kuala Ditahan, Kejari Ungkap Dugaan Korupsi Capai Rp15,2 Miliar

Baca Juga: Kapolri Mutasi 1.121 Personel Polri, Termasuk di Lingkup Polda Kalsel, ini Rinciannya

Selain membuka akses rekrutmen tenaga kerja, pengunjung juga mendapatkan berbagai layanan pendukung seperti konsultasi ketenagakerjaan, informasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, layanan kesehatan, informasi manajemen ASN, hingga promosi produk UMKM lokal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, Hady Ismanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan, instansi, lembaga pendidikan, dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

"Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh pengunjung yang telah menyerahkan lamaran maupun CV dapat memenuhi kriteria yang dicari oleh perusahaan, sehingga dapat lolos dalam proses seleksi dan langsung bekerja,"ujar Hadi, Jumat (26/6/2026).

Harapan kami, lanjutnya , kesempatan kerja ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, khususnya oleh penduduk asli Kabupaten Tabalong, agar mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia juga menegaskan seluruh proses rekrutmen tenaga kerja harus berlangsung secara transparan, profesional, adil, dan bebas dari pungutan biaya.