Empat Kecamatan di HST Bentuk Posyantek, Wadah Inovasi Desa dan Pengembangan Produk Warga
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kini memiliki Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek), sebagai pusat layanan teknologi sekaligus wadah pengembangan inovasi masyarakat desa.
Keberadaan Posyantek diharapkan mampu mendorong lahirnya produk kreatif, dan membuka peluang ekonomi baru bagi warga.
Pembentukan Posyantek tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Literasi Digital dan Keterampilan Teknologi Masyarakat Desa, yang berlangsung di Aula Pertemuan Goa Limbuhang, Kecamatan Batu Benawa, Rabu (24/06/2026).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) HST, Edy Rahmawan, mengatakan Posyantek dibentuk untuk merangkul masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki potensi inovasi namun belum memiliki ruang untuk berkembang.
Menurutnya, sudah ada warga yang mampu mengolah barang bekas menjadi produk bernilai ekonomi, yang bahkan berpotensi dipatenkan dan diproduksi secara massal.
“Banyak potensi masyarakat yang sebenarnya bisa dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Posyantek ini kami harapkan menjadi wadah lahirnya inovasi, yang nantinya dapat memberi manfaat bagi masyarakat dan mendukung perkembangan desa,” ujarnya.
Baca Juga: Belajar Buket Bunga Hingga Marketing, Kader PKK HST Dibekali Ilmu Buka Usaha Rumahan
Baca Juga: Empat Domba Diduga Diserang Anjing Liar di HST, Dinas Pertanian Beri Pengobatan dan Edukasi Rabies
Ia menjelaskan, pemerintah desa diharapkan ikut mendukung pengembangan Posyantek di tengah keterbatasan dana desa, yang kini tidak sebesar beberapa tahun lalu. Karena itu, desa perlu menggali potensi yang dimiliki masyarakat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Tengah Samsul Rizal menegaskan, literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan telepon genggam atau komputer, tetapi juga kemampuan memilah informasi, memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab, serta menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Era digital juga membuka peluang yang sangat besar bagi desa, untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulannya kepada pasar yang lebih luas,” katanya.
Menurutnya, Posyantek memiliki peran strategis sebagai jembatan antara inovasi teknologi dan kebutuhan masyarakat.