WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengapresiasi peran media dan pemengaruh dalam membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Selatan.

Hal itu disampaikan Kapolda saat sarasehan bersama insan media dan pemengaruh di Auditorium Mapolda Kalsel dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Selasa (23/6/2026).

Kapolda mengaku merasakan langsung dampak pemberitaan dan konten positif yang selama ini disajikan media di Banua.

"Pemberitaan-pemberitaan yang positif, konten-konten yang baik ini membawa dampak yang luar biasa terhadap situasi kamtibmas kita. Dampak yang luar biasa terhadap masyarakat yang ada di Kalimantan Selatan," ujarnya.

Dampak tersebut, kata Kapolda, terlihat saat gelombang unjuk rasa terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia pada Agustus hingga September 2025.

"Alhamdulillah Kalimantan Selatan September kemarin unjuk rasa yang dilaksanakan ini berjalan dengan aman, damai, dan bahkan yang paling aman, paling soft di seluruh Indonesia," ucapnya.

Salah satu langkah yang dilakukan saat itu adalah melibatkan berbagai tokoh masyarakat, ulama, akademisi hingga unsur pemerintahan untuk menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan.

"Kita mencoba mengambil testimoni dari tokoh-tokoh, ulama-ulama, akademisi, pemerintahan," tuturnya.

Pandangan para tokoh tersebut kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media, baik media massa maupun media sosial.

"Kita coba naikkan melalui media, baik itu media elektronik, media cetak, media sosial, dan alhamdulillah luar biasa dampaknya," sambungnya.

Kolaborasi dengan media, lanjut Kapolda, menjadi semakin penting karena kepolisian tidak bisa bekerja sendiri menjangkau seluruh persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Kapolda Kalsel Ungkap Alasan Polri Dukung Program Penanaman Jagung

BACA JUGA: Kapolda Kalsel Soroti Dampak Tekanan Ekonomi Global Mulai Terasa di Daerah

"Yang mungkin ada masyarakat belum atau tidak dapat kami sentuh," katanya.

Kondisi tersebut diakui tidak lepas dari keterbatasan jumlah personel yang dimiliki Polda Kalsel saat ini.

"Kondisi personel Polda Kalimantan Selatan saat ini kurang lebih baru tercukupi sampai 50,1 persen dari kebutuhan personel yang ada di Kalimantan Selatan," ujarnya.