Dukung Swasembada Pangan, Polres Tabalong Tanam Jagung Pakan Serentak di Muara Harus
WARTABANJAR.COM,TANJUNG – Polres Tabalong bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), penyuluh pertanian, dan kelompok tani melaksanakan Penanaman Jagung Pakan Serentak Kuartal II Tahun 2026, sebagai bagian dari dukungan terhadap program Swasembada Pangan Nasional.
Kegiatan yang digelar pada Senin (22/6/2026) pagi itu, berlangsung di lahan Kelompok Tani Nusantara Bersatu Sub-Poktan Teluk Unggang, Desa Padangin RT 03, Kecamatan Muara Harus, Kabupaten Tabalong.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Muara Harus IPTU Abdul Gani, Camat Muara Harus, perwakilan Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Muara Harus, serta anggota Kelompok Tani Nusantara Bersatu Sub-Poktan Teluk Unggang.
Penanaman dilakukan di lahan milik anggota kelompok tani dengan luas sekitar 1,3 hektare, yang tersebar di tiga lokasi.
Benih yang digunakan merupakan jagung pakan hibrida varietas Titian 19, yang merupakan bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian Kabupaten Tabalong.
Proses penanaman dilakukan menggunakan metode tugal, dengan memanfaatkan sumber air tadah hujan dan penyiraman. Tanaman jagung tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada Oktober 2026.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Tabalong dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah.
“Melalui kegiatan ini, Polres Tabalong menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian,” ujarnya.
Baca Juga: Tiga Rumah di Kelua Tabalong Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah
Baca Juga: Tinjau RSUD HBK, Bupati Tabalong Siapkan Tambahan Dokter Spesialis
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam pengembangan budidaya jagung di lokasi tersebut. Di antaranya ketergantungan lahan terhadap curah hujan, potensi serangan hama seperti ulat dan monyet, serta kondisi lahan dataran rendah yang rentan tergenang air.