Kisah Inspiratif Sosok Saep Bos Copet Preman Pensiun,"Anda Pengangguran, Miskin, Lemah Iman?"
WARTABANJAR.COM - Dunia hiburan Indonesia sedang berduka. Icuk Nugroho yang memerankan Kang Saep si bos copet di sinetron serial Preman Pensiun, meninggal dunia.
Pada usia 50 tahun, ia meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Cibabat, Cimahi, Jabar, Sabtu (20/6/2026).
Icuk Nugroho alias Icuk Baros adalah salah satu pemain ikonik serial Preman Pensiun yang tayang di layar kaca televisi hingga seri ke-10, bahkan pernah juga merambah ke "layar lebar".
"Kepergian' Icuk Nugroho menambah deretan tokoh sentral serial Preman Pensiun yang telah meninggal seperti Didi Petet (Kang Bahar), Epy Kusnandar (Kang Mus), Firmansyah Fitra (Kang Pipit) dan Mochamad Jamasari (Kang Gobang).
Di layar kaca, ia dikenal sebagai Saep, bos copet yang kerap melontarkan kalimat-kalimat kocak seperti "mari kita ramaikan khazanah percopetan" atau "Anda pengangguran, miskin, lemah iman?"
Namun di balik karakter yang menghibur penonton serial Preman Pensiun, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang pria bernama Icuk Nugroho.
Baca Juga: Saep “Bos Copet” Preman Pensiun Meninggal, Susul Kang Bahar, Mus, Pipit dan Gobang
Pria kelahiran Cimahi, Jabar, 28 April 1976 itu tidak lahir dari dunia hiburan.
Ia menjalani kehidupan sederhana sebagai tukang servis kompor gas dan pedagang di kawasan Brigif, Cimahi.
Bakat tampil di depan umum sudah terlihat sejak masa sekolah.
Semasa SMA, Icuk menjadi Ketua Karang Taruna dan sering dipercaya menjadi pembawa acara berbagai kegiatan.
Dari situ ia belajar berbicara di depan banyak orang, menghibur penonton, dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Jalan menuju dunia hiburan juga tidak mulus.
Icuk Nugroho mengaku berkali-kali gagal mengikuti casting.
Atau ketika berhasil, hanya mendapat bayaran sangat kecil. Namun, ia terus bertahan dan berusaha.
Kesempatan datang lagi ketika sutradara Aris Nugraha membuka casting serial Preman Pensiun.
Icuk berhasil lolos dan dipercaya memerankan Saep, anggota komplotan copet yang beroperasi dari angkot ke angkot di Kota Bandung.