Baru Tiga Kali Latihan, Polwan HST Berani Tampil di Lomba Madihin Polda Kalsel
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Keikutsertaan Aiptu Nur Lailawati dalam Lomba Madihin pada Festival Seni Budaya yang digelar Polda Kalimantan Selatan di Lapangan dr Murdjani, Banjarbaru, menyimpan cerita tersendiri.
Polwan yang bertugas di Polres Hulu Sungai Tengah (HST) itu, mengaku baru tiga kali menjalani latihan sebelum tampil sebagai peserta, dalam ajang yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 tersebut.
“Alhamdulillah ada tiga orang. Satu untuk perorangan, yang satunya dua orang anggota,” ujar Aiptu Laila sapaan akrabnya saat diwawancara, Minggu (21/06/2026).
Meski baru mengenal dunia Madihin secara lebih dekat, hal tersebut tak menyurutkan semangatnya untuk tampil di hadapan dewan juri dan penonton.
“Alhamdulillah baru tiga kali latihan, tapi kita modenya tetap semangat. Insyaallah,” katanya.
Perjalanan belajar Madihin pun tidak sepenuhnya mudah. Aiptu Laila mengaku sempat mengalami kesulitan saat harus memadukan permainan gendang dengan penyampaian syair.
“Sebenarnya awal-awal ada kendala waktu memukul gendang,” ungkapnya.
Baca Juga: Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Kalsel Angkat Hadrah dan Madihin untuk Lestarikan Budaya Banua
Baca Juga: Juri Lomba Apresiasi Festival Budaya Polda Kalsel, Hendra Harap Madihin Terus Diperhatikan
Bagi Aiptu Laila, tantangan dalam Madihin bukan hanya soal kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga menyusun dan menyampaikan syair secara bersamaan.
“Memukul gendang, sama kan kita bikin syair. Jadi itu aduan, satunya konsentrasi tangan, satunya konsentrasi otak,” jelasnya.
Semakin sering berlatih, Aiptu Laila justru semakin mengenal makna di balik kesenian khas Kalimantan Selatan tersebut.
“Madihin ini adalah kesenian khususnya daerah Kalimantan Selatan yang mengangkat keberagaman. Ada leluconnya, humornya ada, dan juga puji-pujian,” tuturnya.
Ia menilai Madihin bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
“Dari kesenian ini, kita semua semakin bersatu di dalam keberagaman. Berbeda suku, berbeda agama, tetap satu yaitu Indonesia,” imbuhnya.
Usai mengikuti lomba, Aiptu Laila mengaku tidak akan berhenti belajar Madihin.