Keluarga Raches Anhan Susanto Pertanyakan Tindak Lanjut Penanganan Kasus Kecelakaan di Polres Tanah Laut
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Pihak keluarga korban kecelakaan lalu lintas di Desa Panggung menuntut kejelasan hukum dan keadilan dari kepolisian paska musibah yang menimpa kelurganya di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Senin (15/06/2026).
Korban yang diketahui bernama Raches Anhan Susanto mengalami luka serius setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah truk pada awal Juni lalu.
Ibu korban yang juga merupakan salah satu bidan di Tanah Laut, Yanie Oktavia atau kerap disapa Bidan Okta berharap perkembangan penanganan kasus ini dapat berjalan secara transparan dan profesional
Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi pada tanggal 3 Juni 2026 Sore Hari sekitar pukul 14.00 WITA.
Yani menceritakan bahwa dirinya baru mengetahui kondisi sang anak setelah dihubungi oleh pihak UGD Rumah Sakit BCM saat dirinya sedang berada di Pelaihari untuk segera bergegas menuju rumah sakit.
"Sampai di UGD ya ulun pikir anak ulun kecelakaan yang kada separah itu, kayak itu nah. Jadi bepadah ai lawan satpam, 'Mana yo anak ulun yang kecelakaan tadi?' Sekalinya anak ulun sudah kritis," ungkap Yani saat diwawancarai di Pelaihari, Senin (15/06/2026).
Kondisi Raches pasca-kecelakaan memerlukan perawatan intensif akibat luka serius yang dialaminya.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun keluarga di lokasi, Raches sempat mendapat pertolongan sebelum akhirnya dievakuasi oleh ambulans Puskesmas Panggung untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut.
Kekecewaan keluarga bermula saat pemilik truk mendatangi mereka di rumah sakit untuk membicarakan terkait insiden tersebut.
Pihak keluarga menilai perbincangan itu kurang menunjukkan empati yang mendalam terhadap situasi kritis yang sedang dihadapi oleh sang anak.
"Kadada simpati, kadada empati lalu dengan kita yang lagi menghadapi ini, yang lagi kritis. Sampai inya terakhir beucap, 'Sambat aja biayanya berapa kena.' Padahal sejak kejadian, anak ulun kada diapapaakan," tambah Yani dengan nada sedikit emosi.
Pihak keluarga menegaskan telah mengambil langkah hukum yang tegas dengan mengirimkan surat resmi ke Polres Tanah Laut untuk menyerahkan sepenuhnya penyelesaian perkara ini melalui jalur hukum yang berlaku.