Bidik Juara Umum Keempat Beruntun di MTQ Kalsel, Persiapan Kafilah Banjar Capai 90 Persen
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Persiapan kafilah Kabupaten Banjar untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXVII tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, telah mencapai 90 persen.
Kabupaten Banjar pun optimistis mampu mempertahankan gelar juara umum yang telah diraih selama tiga tahun berturut-turut pada ajang tersebut.
Sekretaris II LPTQ Kabupaten Banjar, Akhmad Nisfuani, mengatakan seluruh agenda persiapan yang disusun LPTQ hampir rampung dilaksanakan.
”Kalau persiapan kita full sudah, ini mungkin 90 persen sudah kita laksanakan. Seluruh agenda kegiatan pembinaan sudah dilaksanakan, dan ini adalah kegiatan yang terakhir,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).
Dengan waktu yang tersisa beberapa hari sebelum pelaksanaan MTQ, para peserta kini menjalani tahap pemusatan latihan terakhir melalui Training Center (TC) di Hotel Novotel Banjarbaru.
”Kami tentu ingin mempertahankan juara umum yang sudah kita rebut selama tiga tahun berturut-turut. Mudah-mudahan nanti di Barito Kuala kami tetap bisa mempertahankan prestasi tersebut,” tambahnya.
Baca Juga: DKP3 Tabalong Siapkan Skema Barcode untuk Penyaluran Solar Subsidi Petani
Nisfuani menjelaskan, persiapan kafilah sebenarnya telah dimulai sejak berakhirnya MTQ tingkat Kabupaten Banjar 2025 di Kecamatan Astambul.
”Pascapelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Banjar, para juara yang terpilih langsung kami lakukan pembinaan, dalam rangka mengikuti MTQ tingkat provinsi,” jelasnya.
Salah satu program yang dijalankan yakni peningkatan kualitas kader selama dua bulan di Islamic Center Martapura.
”Peningkatan kualitas kader kami laksanakan selama dua bulan, setiap hari Sabtu dan Ahad di Islamic Center,” bebernya.
Selain itu, para peserta juga telah mengikuti beberapa tahap pemusatan latihan, sebelum memasuki training center terakhir yang digelar saat ini.
”Ini merupakan tahap yang keempat yang kami laksanakan untuk kafilah yang nantinya akan mewakili Kabupaten Banjar di MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Selatan,” sebutnya.
Menurut Nisfuani, training center kali ini bukan lagi menjadi tahap awal pembinaan, melainkan pemantapan kemampuan teknis dan mental para peserta menjelang perlombaan.