Jemaah Embarkasi Banjarmasin Segera Tiba di Banua, Simak Ciri-ciri Haji Mabrur
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Jemaah haji Embarkasi Banjarmasin secara bertahap tiba kembali di Kalsel mulai Kamis (4/6/2026).
Berdasar jadwal, pesawat yang membawa rombongan Kloter 01 dari Banjarmasin akan mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru pada Kamis dinihari.
Jemaah tentu berharap ibadah hajinya diterima Allah SWT sehingga menjadi haji mabrur.
Demikian pula harapan masyarakat agar jemaah yang tiba dari Tanah Suci Mekkah adalah para haji yang mabrur.
Apa itu haji mabrur dan bagaimana tanda atau ciri-cirinya?
Berdasar buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah susunan Kementerian Haji dan Umrah RI, dijelaskan bahwa haji mabrur adalah ibadah haji yang maqbul, yaitu haji yang diterima Allah SWT dan termasuk amalan yang bernilai kebaikan.
Dijelaskan, penilaian tersebut tidak hanya didasarkan pada terpenuhinya rukun dan syarat wajib haji, tetapi sangat dipengaruhi oleh keikhlasan hati serta ketaatan dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadahnya.
Adapun tanda atau ciri-ciri haji mabrur sudah dihjelaskan dalam Syarah Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi berdasarkan riwayat Abu Hurairah RA
Menurut hadis, haji mabrur ditandai dengan ibadah yang tidak dikotori dosa dan jauh dari hal-hal yang bisa menimbulkan persengketaan atau merangsang syahwat.
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُتْ وَلَمْ يَفْسُقُ رَجَعَ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya: "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Barang siapa mengerjakan haji kemudian ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti saat ia dilahirkan ibunya'." (Muttafaq 'alaih)
Baca Juga: Mulai 4 Juni 2026 Jemaah Embarkasi Banjarmasin Pulang, Simak Adab Menyambut Haji
Baca Juga: Tiga Hari Lagi Tiba di Banua, Jamaah Haji Keloter Pertama Dijamu Soto Banjar di Asrama
Dalam riwayat lain disebutkan:
سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه
Artinya: "Rasulullah ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, 'Memberikan makanan dan santun dalam berkata.' Hadits ini memiliki sanad shahih tetapi tidak diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim."
Kembali merujuk pada Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah disebutkan ada beberapa tanda yang menunjukkan kemabruran haji seseorang sepulang dari Tanah Suci.
- Peningkatan Kualitas Diri