Kormi HST 2026-2030 Resmi Dilantik, Bupati Samsul Rizal Ajak Hidupkan Olahraga Tradisional
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) masa bakti 2026-2030, resmi dilantik dan dikukuhkan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten HST, Minggu (17/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat pengembangan olahraga masyarakat, sekaligus pelestarian olahraga tradisional di Banua Murakata.
Bupati HST, Samsul Rizal dalam sambutannya menegaskan keberadaan Kormi sangat penting, di tengah tantangan gaya hidup modern yang semakin pasif akibat penggunaan gadget berlebihan.
Baca Juga: Komunitas Pelari HST Gelar Fun Running 30K, Diikuti Peserta dari Luar Daerah
Menurutnya, olahraga masyarakat harus terus digerakkan agar generasi muda tidak melupakan permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan budaya lokal.
“Jangan sampai permainan dan olahraga tradisional yang sarat nilai kebersamaan, sportivitas, dan kearifan lokal perlahan hilang tergerus zaman,” ujarnya.
Ia juga meminta kepengurusan baru Kormi HST dapat bergerak cepat menyusun program kerja yang nyata, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk memanfaatkan teknologi digital untuk kampanye hidup sehat kepada masyarakat.
“Saya berharap kepengurusan Kormi yang baru dapat bekerja secara profesional, kompak, dan inovatif,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Kormi HST terpilih, Supriadi mengatakan amanah yang diberikan melalui proses aklamasi, menjadi tanggung jawab besar bagi dirinya bersama jajaran pengurus.
Menurutnya, Kormi HST berkomitmen mengembalikan kejayaan olahraga tradisional yang mulai ditinggalkan generasi muda, akibat perkembangan teknologi dan permainan digital.
“Media dan gadget saat ini seakan-akan menjadi pembuat jarak. Generasi penerus kita bahkan ada yang sudah tidak kenal lagi dengan permainan Balogo atau Begasing, karena diganti dengan game di HP,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Kormi HST telah merumuskan tiga pilar utama untuk masa bakti 2026-2030, yakni memperluas akses olahraga masyarakat di 11 kecamatan, melestarikan kearifan lokal, serta memperkuat sinergi dan prestasi olahraga masyarakat.