Ustaz SAM Ternyata Buronan Polri, Syekh Ahmad Al Misry Kabur Usai Jadi Tersangka Pelecehan

Ia mengaku telah menyiapkan sejumlah bukti untuk membantah tuduhan tersebut.

“Maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya,” ujarnya.

Syekh Ahmad juga menjelaskan posisinya saat menerima panggilan dari Bareskrim Polri.

Ia mengaku tengah berada di Mesir untuk mendampingi ibundanya yang menjalani operasi saat laporan polisi diterima.

“Saya, Syeikh Ahmad Al Misry, berangkat ke Mesir pada 15 Maret 2026 dan saya tiba di Mesir 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada 17 Maret 2026,” ungkapnya.

“Dan saya mendapatkan panggilan kepolisian pada 30 Maret 2026. Maka panggilan kepolisian datang sesudah saya berada di Mesir kurang lebih sekitar 15 hari,” lanjut Syekh Ahmad Al Misry.

Syekh Ahmad juga menantang pihak yang menyebarkan tuduhan pelecehan seksual tersebut untuk menunjukkan bukti-bukti konkret.

“Saya minta kepada ustaz yang menyebarkan informasi tersebut, atau fitnah, atau tuduhan tersebut, mendatangkan (bukti) walaupun satu video,” tegasnya.

Sebelumnya, Ustaz Abi Makki yang mewakili para korban mengatakan, Ustaz SAM diduga melecehkan santrinya pada 2017.

Namun, peristiwa ini baru terungkap pada 2021.

“Para korban ini merupakan anak didiknya saat menimba ilmu agama di rumah,” kata Abi.

Abi mengungkapkan, kasus ini terungkap saat teman dari salah satu korban melaporkan ada beberapa santri yang diduga dilecehkan oleh Ustaz SAM.

Menurutnya, modus terduga pelaku adalah dengan mengiming-imingi para korban bisa bersekolah gratis di Mesir.

“Iming-imingnya itu, mau diberangkatkan sekolah gratis ke Mesir, korban juga ada yang sudah berangkat ke Mesir,” ungkap Abi.

Ia menyebut dana yang digunakan para korban untuk sekolah di Mesir bukan berasal dari uang pribadi Ustaz SAM, melainkan dari yang dikumpulkan oleh jemaah majelis.

Abi menuturkan, Ustaz SAM telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf secara langsung kepada para korban pada 2021.

Namun, empat tahun berselang, Ustaz SAM disebut melakukan perbuatan serupa dengan melecehkan santri pria.

“Korban tidak bisa berbuat apa-apa, bingung dan menurut saja karena disampaikan hal-hal yang disesuai agama, korban laki-laki semuanya,” ucap Abi.

(Wartabanjar.com/dwisud)

Editor: Yayu