Upaya ini sekaligus memperluas inklusi keuangan, agar seluruh lapisan masyarakat—termasuk kelompok rentan, pelaku UMKM, dan masyarakat di daerah terpencil—memiliki akses yang mudah, aman, dan terjangkau terhadap layanan keuangan formal.
Hingga semester II tahun 2025, seluruh pemerintah daerah di Kalimantan Selatan telah mencapai indeks digitalisasi daerah sebesar 100 persen serta meraih penghargaan TP2DD tingkat nasional secara berturut-turut.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah juga didorong untuk terus mempercepat digitalisasi melalui optimalisasi penggunaan QRIS dan kanal pembayaran digital, percepatan implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) pada perangkat daerah, penyusunan roadmap digitalisasi yang terintegrasi, penguatan koordinasi antarperangkat daerah dalam penerapan ETPD, serta peningkatan literasi transaksi non-tunai di masyarakat.
Keikutsertaan Kabupaten Tabalong dalam HLM TP2DD 2026 ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif hingga tingkat desa.
Dengan dukungan program Satu Desa Satu Wi-Fi, Tabalong terus memperkuat posisinya sebagai daerah rujukan praktik baik digitalisasi desa di Kalimantan Selatan menuju tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (wartabanjar.com/Suhardi/*)
Editor: Yayu







