Musim Kemarau 2026 di Kalsel Diprediksi Lebih Kering, Tanah Laut Lebih Dulu
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Musim kemarau 2026 di Kalimantan Selatan diprediksi akan berlangsung lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut sebagian besar wilayah mulai memasuki kemarau pada Mei hingga Juni mendatang.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Kalsel, Arif Rahman, mengatakan sekitar 86,4 persen wilayah di Kalimantan Selatan akan mengalami awal musim kemarau pada periode tersebut.
Baca Juga Tips Sehat 5 Cara Tidur Ala Rasulullah SAW Agar Terhindar dari Penyakit
“Paling awal akan terjadi pada April 2026 dan paling akhir pada bulan Juli 2026,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, wilayah pesisir dan selatan seperti Tanah Laut dan sebagian Kotabaru diprediksi lebih dulu memasuki musim kemarau.
”Sementara wilayah tengah hingga utara seperti kawasan Hulu Sungai dan Tabalong cenderung mengalami kemarau lebih lambat,” ucapnya.
Menurutnya, karakter musim kemarau tahun ini diperkirakan berada di bawah normal, dengan curah hujan yang lebih sedikit dari biasanya.
“Di tahun 2026, curah hujannya akan jauh lebih sedikit, sehingga kondisinya akan terasa lebih kering dibanding kemarau tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.
”Adapun puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026, dengan rentang waktu antara Juli hingga September,” lanjutnya.
BMKG juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kemarau yang lebih kering, seperti kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.
“Harapannya agar pemerintah dapat melakukan mitigasi dan antisipasi lebih dini dengan kondisi kemarau yang lebih kering dari biasanya di seluruh Kalsel,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor Restu