Penyesalan juga dilontarkan Kvaratskhelia.
“Kami memiliki kesempatan untuk mencetak lebih banyak gol, seharusnya kami bisa mengubur peluang di saat-saat tertentu,” ujarnya dikutip dari Canal+.
Hal serupa juga dikatakan Warren Zaire-Emery yang sempat dijatuhkan Ibrahima Konaté di kotak penalti Liverpool.
Semula wasit memutuskan penalti untuk PSG, namun dianulir setelah melihat monitor VAR.
“Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol, sungguh disayangkan,” ucap Warren Zaire-Emery.
“Kami memiliki banyak peluang, seharusnya bisa dimanfaatkan (menjadi gol),” lanjutnya.
Sementara, Achraf Hakimi mengutarakan bahwa skor 2-0 membuat segala hal belum pasti jelang pertemuan kedua nanti.
“Saya pikir kami punya beberapa peluang untuk mencetak lebih banyak gol,” ujarnya.
Kekalahan Liverpool ini, melansir Squawka, merupakan rekor buruk yakni kekalahan empat kali secara beruntun sejak April 2012.
Ini menjadi catatan buruk pertama kalinya bagi Liverpool setelah gagal melepaskan shot on target pada 25 November 2020 melawan Atalanta.
Kini Liverpool harus berjuang ekstra keras untuk menghadapi PSG di Anfield pada leg kedua 15 April 2026 mendatang. (Wartabanjar.com/dwisud)
Editor: Yayu







