Ia juga menyampaikan, Pemerintah Kota Banjarbaru telah memberikan dukungan melalui pelatihan bahasa Jepang sejak 2023 sebagai salah satu syarat utama untuk bekerja di Jepang.
“Untuk persyaratan bekerja di Jepang salah satunya adalah kemampuan bahasa. Mereka harus lulus JLPT, sehingga kami memberikan pembekalan bahasa Jepang,” jelasnya.
Selain itu, lembaga pelatihan kerja (LPK) di Banjarbaru juga turut berperan dalam mempersiapkan calon pekerja migran, salah satunya melalui pelatihan bahasa Jepang secara mandiri.
Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap program kerja ke Jepang tergolong tinggi, khususnya di kalangan anak muda.
Tingginya minat tersebut, dipengaruhi informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk melalui media sosial seperti YouTube, terkait peluang kerja dan pendapatan di Jepang yang dinilai lebih besar dibandingkan di daerah.
“Rata-rata anak muda cukup antusias. Kemarin kami membuka 40 kuota pelatihan bahasa dan peminatnya melebihi,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Andi Akbar







