WARTABANJAR.COM, TEL AVIV – Media Iran, Tasnim News Agency, mengejutkan media global setelah merilis laporan yang mengklaim bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemungkinan tewas atau mengalami luka parah dalam serangan balasan yang terjadi baru-baru ini.

Laporan tersebut masih belum terverifikasi secara independen, namun langsung memicu spekulasi luas setelah Netanyahu dilaporkan tidak muncul di hadapan publik selama hampir empat hari.

Ketidakhadiran itu dinilai tidak biasa, mengingat Netanyahu sebelumnya dikenal rutin menyampaikan pernyataan atau pesan video kepada publik hampir setiap hari terkait situasi keamanan di Israel.

Menurut laporan yang juga dikutip media Turki Yeni Safak, sejak tidak terlihat di ruang publik, seluruh pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu hanya dirilis dalam bentuk tertulis tanpa disertai video maupun foto terbaru.

Media Iran juga menyebutkan bahwa area di sekitar kediaman resmi Netanyahu di Jerusalem dilaporkan berada dalam pengamanan sangat ketat, meskipun pemerintah Israel belum memberikan penjelasan resmi terkait kondisi tersebut.

Dalam laporan yang sama bahkan disebutkan bahwa Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir serta saudara Netanyahu, Iddo Netanyahu, juga kemungkinan menjadi korban dalam serangan tersebut. Namun klaim ini hingga kini belum mendapat konfirmasi independen.

Spekulasi semakin berkembang setelah utusan Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dilaporkan tiba-tiba membatalkan rencana kunjungan mereka ke Israel yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Selasa.

Di sisi lain, media Iran juga merilis cuplikan peluncuran rudal Khorramshahr missile yang disebut membawa hulu ledak sangat berat hingga sekitar dua ton. Rudal tersebut diklaim diarahkan ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Peluncuran itu disebut sebagai bagian dari gelombang ke-37 Operasi True Promise 4, yang diklaim sebagai kelanjutan dari eskalasi militer yang meningkat di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, berbagai klaim mengenai kematian Benjamin Netanyahu tersebut masih sebatas laporan dari sejumlah media dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pemerintah Israel maupun sumber independen lainnya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)