Lebih lanjut, Dr. Dian menilai pengolahan limbah organik menjadi eco enzyme merupakan langkah strategis dalam mengurangi volume sampah rumah tangga. Di sisi lain, pemanfaatannya juga berpotensi menekan pengeluaran kebutuhan rumah tangga.
“Cairan ini bisa digunakan untuk mencuci pakaian, sebagai pengganti pembersih rumah tangga, hingga mencuci buah dan sayuran. Manfaatnya cukup luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, gerakan pemanfaatan eco enzyme sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengelolaan limbah dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan panen Eco Enzyme Bhayangkari Polda Kalsel ini diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik dan penerapan gaya hidup ramah lingkungan.(wartabanjar.com/IKhsan)
wartabanjar.com/Ikhsan
