“Sudah banyak perencanaan yang disiapkan untuk mensupport kawasan KEK Pelabuhan Mekar Putih. Kita tahu kawasan ini sedang berkembang, sehingga kebutuhan air bersih menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Untuk tahun 2026, fokus utama masih pada pengamanan dan pembebasan lahan. Namun hingga kini, lahan yang diajukan kepada pemerintah kabupaten/kota setempat belum sepenuhnya dibebaskan.
“Kami harapkan lahan yang diminta bisa segera dibebaskan oleh teman-teman kabupaten/kota, sehingga pada tahun berikutnya kami dapat menganggarkan kegiatan konstruksinya,” jelas Ryan.
Dari sisi anggaran, estimasi kebutuhan pembangunan SPAM regional Tanah Bumbu-Kotabaru diperkirakan mencapai sekitar Rp300 miliar. Sementara untuk pengembangan jaringan menuju Pulau Laut, perencanaan teknis masih menunggu penyelesaian pembangunan jembatan Pulau Laut.
PUPR Kalsel saat ini tengah mempertimbangkan efisiensi antara penggunaan jaringan pipa bawah laut atau memanfaatkan konstruksi di atas jembatan. Opsi jaringan di atas jembatan dinilai lebih mudah dalam pemeliharaan dibandingkan jaringan bawah laut yang berisiko terganggu aktivitas kapal dan tongkang.
Adapun target penyelesaian proyek secara keseluruhan masih bergantung pada proses pembebasan lahan serta kebijakan pimpinan daerah.
“Dengan perencanaan yang telah disiapkan secara bertahap, Pemprov Kalsel optimistis pembangunan SPAM Regional Tanah Bumbu–Kotabaru dapat menjadi tulang punggung penyediaan air bersih regional sekaligus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir selatan Kalimantan Selatan,” tukasnya. (Wartabanjar.com/MC Kalsel)
