5 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di Olimpiade Musim Dingin 2026, Atlet China Paling Tajir
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milano-Cortina tak hanya menyajikan persaingan sengit di arena es dan salju, tetapi juga menyoroti sisi finansial para atlet. Sejumlah nama besar tercatat memiliki pendapatan fantastis, baik dari gaji, bonus, hingga kontrak sponsor global.
Menariknya, daftar atlet dengan bayaran tertinggi didominasi atlet Amerika Serikat. Namun posisi teratas justru ditempati atlet asal China berkat kekuatan endorsement global.
Daftar Atlet Berpenghasilan Tertinggi
1. Eileen Gu (China) – sekitar 23 juta dolar per tahun
Atlet freestyle skiing ini menjadi yang terkaya di Olimpiade Musim Dingin 2026. Meski hadiah kompetisinya relatif kecil, sebagian besar penghasilan berasal dari kontrak sponsor dengan berbagai merek global seperti brand fashion dan otomotif.
2. Auston Matthews (Amerika Serikat) – sekitar 20 juta dolar
Bintang hoki es ini meraup pendapatan besar dari kontrak klub NHL serta berbagai kerja sama komersial dengan merek ternama dunia.
3. Lindsey Vonn (Amerika Serikat) – sekitar 8 juta dolar
Legenda ski alpine ini tetap memiliki nilai komersial tinggi berkat reputasinya sebagai salah satu pemain ski terbaik sepanjang masa, ditopang berbagai sponsor global.
4. Mikaela Shiffrin (Amerika Serikat) – sekitar 7 juta dolar
Pemain ski alpine paling berprestasi sepanjang masa ini mendapatkan lonjakan pendapatan berkat prestasi dan dukungan sponsor besar.
5. Jutta Leerdam (Belanda) – sekitar 5 juta dolar
Atlet speed skating ini mencuri perhatian lewat prestasi di lintasan sekaligus popularitas besar di media sosial yang mendongkrak nilai endorsement.
Dominasi Sponsor dan Popularitas
Tingginya pendapatan para atlet menunjukkan bahwa kesuksesan di Olimpiade tak hanya diukur dari medali, tetapi juga nilai komersial. Atlet dengan prestasi besar, basis penggemar luas, dan daya tarik global cenderung memiliki pemasukan tinggi dari sponsor.
Fenomena ini semakin terlihat di Olimpiade Musim Dingin 2026, di mana kolaborasi dengan brand internasional menjadi faktor utama peningkatan penghasilan atlet. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar