Rasisme Merebak di Premier League, Tiga Pemain Jadi Korban Serangan Rasial

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Kasus rasisme kembali mencoreng kompetisi Premier League 2025/2026. Dalam satu pekan terakhir, tiga pemain menjadi korban serangan rasial yang terjadi usai pertandingan liga.

Insiden tersebut terjadi pada pekan ke-28 Liga Inggris yang berlangsung pada 21–22 Februari 2026. Dari sejumlah laga yang digelar, serangan rasisme muncul di media sosial dan menyasar pemain dari beberapa klub.

Korban pertama adalah Wesley Fofana, bek Chelsea. Ia menerima berbagai komentar bernada rasis setelah pertandingan melawan Burnley di Stamford Bridge. Fofana bahkan membagikan tangkapan layar hinaan rasial yang diterimanya di media sosial.

Chelsea langsung bereaksi dengan mengecam keras tindakan tersebut dan menyatakan dukungan penuh kepada pemainnya.

Sehari kemudian, dua pemain lain ikut menjadi sasaran. Mereka adalah Tolu Arokodare, striker Wolverhampton Wanderers, dan winger Sunderland Romaine Mundle.

Arokodare menerima serangan rasis usai timnya kalah 0-1 dari Crystal Palace. Sementara Mundle menjadi korban setelah tampil dalam laga Sunderland yang berakhir dengan kekalahan.

Gelombang rasisme ini kembali memicu kecaman luas dari klub dan berbagai pihak, yang menegaskan bahwa tindakan diskriminatif tidak memiliki tempat dalam sepak bola modern.

Kasus ini sekaligus menambah daftar panjang insiden rasisme di sepak bola Eropa, meski berbagai kampanye anti-diskriminasi terus digencarkan dalam beberapa tahun terakhir. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar

Baca Juga :   Daftar 25 Pemain Timnas Futsal Indonesia Jelang ASEAN Futsal Championship 2026

Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

BERITA LAINNYA

TERBARU HARI INI

paling banyak dibaca