WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Tim pabrikan Yamaha menghadapi tantangan besar menjelang musim MotoGP 2026. Proyek mesin V4 terbaru yang diharapkan menjadi solusi kebangkitan justru dilaporkan belum memenuhi ekspektasi performa.

Hasil tes pramusim di Sepang menunjukkan mesin anyar tersebut masih tertinggal dari target performa yang diinginkan. Bahkan, Yamaha sempat menghentikan program pengujian akibat persoalan teknis dan keselamatan.

Mesin V4 Belum Tunjukkan Lompatan Performa

Yamaha memutuskan beralih dari mesin inline-four ke konfigurasi V4 demi meningkatkan akselerasi dan kecepatan puncak, sekaligus mengejar ketertinggalan dari pabrikan Eropa seperti Ducati, KTM, dan Aprilia.

Namun, analis MotoGP Neil Hodgson menilai pengembangan mesin tersebut masih jauh dari harapan. Ia menyebut performa motor Yamaha belum menunjukkan peningkatan signifikan, bahkan disebut masih sekitar 10 km/jam lebih lambat dari target.

Kondisi ini menunjukkan Yamaha masih berada dalam tahap awal pengembangan, sementara rival sudah memasuki fase penyempurnaan performa.

Tes Sepang Sempat Dihentikan

Masalah Yamaha semakin kompleks ketika mereka menghentikan sementara program pengujian di Sepang karena kekhawatiran terhadap aspek keselamatan mesin V4.

Langkah tersebut tergolong tidak biasa di MotoGP, mengingat tes pramusim biasanya dimanfaatkan maksimal untuk pengembangan motor. Namun, faktor keselamatan menjadi prioritas utama tim.

Target Kecepatan Belum Tercapai

Peralihan ke mesin V4 sejatinya bertujuan mengatasi kelemahan Yamaha dalam kecepatan maksimum dalam beberapa musim terakhir. Meski begitu, hingga tahap pengujian terbaru, target tersebut belum tercapai dan Yamaha masih kesulitan menyaingi kecepatan kompetitor.

Situasi ini membuat efektivitas proyek mesin baru dipertanyakan, terutama karena rival terus menunjukkan peningkatan performa signifikan menjelang musim 2026.

Tantangan Tambahan Adaptasi Pembalap

Selain faktor teknis, Yamaha juga menghadapi tantangan adaptasi pembalap, termasuk kehadiran Toprak Razgatlioglu yang akan menjalani debut penuh MotoGP bersama tim satelit menggunakan motor Yamaha.

Sejumlah pengamat menilai adaptasi dari Superbike ke prototipe MotoGP membutuhkan waktu, sehingga ekspektasi performa instan dinilai kurang realistis.

Yamaha Berpacu dengan Waktu