WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Sebanyak 408 calon jemaah haji asal Kabupaten Tanah Laut (Tala) kini memasuki fase krusial persiapan menuju Tanah Suci melalui Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tahun 1447 H/2026 M.

Kegiatan yang dipusatkan di Balairung Tuntung Pandang pada Minggu (15/02/2026) ini menjadi alarm bagi para jemaah untuk mematangkan kesiapan fisik dan mental sebelum jadwal keberangkatan pada Mei mendatang.

Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, secara resmi membuka agenda massal tersebut dengan memberikan penekanan keras bahwa manasik adalah fondasi kesempurnaan ibadah, bukan sekadar agenda rutin tahunan.

"Tahun ini Kabupaten Tanah Laut akan memberangkatkan 408 calon jemaah haji yang didampingi 12 petugas, terbagi dalam dua kelompok terbang.

Kloter 9 berangkat 6 Mei 2026 dan Kloter 18 pada 19 Mei 2026, Wakil Bupati berpesan agar kesempatan emas ini digunakan untuk mempersiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual.

Wabup mengingatkan agar ratusan jemaah yang hadir tidak menganggap remeh sesi bimbingan ini.

Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap tahapan haji adalah kunci agar ibadah di Arab Saudi nantinya berjalan tertib dan sesuai syariat.

"Kegiatan manasik massal ini bukan sekadar formalitas. Ikuti setiap sesi dengan sungguh-sungguh, jangan ragu bertanya kepada pembimbing, dan jaga kekompakan selama dalam rombongan," tambahnya lagi.

Enam Poin Krusial untuk Jemaah

Dalam arahannya, orang nomor dua di Bumi Tuntung Pandang ini merinci enam pesan utama yang wajib dipegang teguh oleh jemaah, yaitu:

  1. Menjaga stabilitas kesehatan dengan rutin berkonsultasi medis
  2. Memperkokoh ketahanan mental melalui dzikir dan ibadah sunnah
  3. Memperdalam literasi manasik agar mandiri dalam beribadah
  4. Membangun solidaritas dan kekompakan dalam rombongan.
  5. Disiplin terhadap instruksi petugas demi faktor keselamatan.
  6. Meluruskan niat murni hanya karena Allah SWT.

Tidak hanya kepada jemaah, Zazuli juga menuntut profesionalisme dari para pembimbing dan petugas haji.

BACA JUGA: Israel Serang Gaza dengan Senjata Panas 3.500 Derajat Celcius, 2.842 Tubuh Warga Palestina "Menguap" ke Udara

Ia meminta agar pelayanan diberikan dengan kesabaran ekstra dan keikhlasan total.