Ambisi SDM Unggul dan Keterbatasan Anggaran Jadi Catatan Penting Musrenbang Jorong, Kintap, dan Batu Ampar
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Rencana besar pembangunan Kabupaten Tanah Laut untuk tahun 2027 mulai digodok melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) gabungan tiga kecamatan, yakni Jorong, Kintap, dan Batu Ampar.
Acara dipusatkan di Aula Kecamatan Jorong, Kamis (5/2/2026).
Musrenbang kali ini mengusung misi besar memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lewat sektor-sektor unggulan.
Namun, di balik target mulia tersebut, pemerintah daerah secara terbuka mengakui adanya tantangan besar berupa keterbatasan sumber daya yang harus dikelola secara presisi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Akhmad Hairin, yang hadir membacakan sambutan Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menegaskan bahwa musyawarah ini adalah instrumen wajib untuk menyaring kebutuhan rakyat agar selaras dengan kemampuan daerah.
Dalam sambutan tersebut, disampaikan alasan utama mengapa skala prioritas menjadi harga mati dalam perencanaan kali ini.
“Keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, dan waktu menjadi alasan pentingnya musyawarah untuk menentukan skala prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” sebutnya.
Satu poin yang menjadi sorotan adalah kebijakan "Satu Desa Satu Lulusan Perguruan Tinggi."
Program ini diharapkan bukan sekadar pemenuhan gelar, melainkan juga investasi jangka panjang agar putra-putri daerah mampu mengelola potensi lokal di desa masing-masing secara profesional.
Selain SDM, sektor ekonomi di wilayah Jorong, Kintap, dan Batu Ampar yang selama ini menjadi tulang punggung melalui sektor pertambangan dan perkebunan, didorong untuk lebih menyentuh pemberdayaan UMKM.
Pemerintah menginginkan setiap agenda besar atau event di daerah mampu memberikan efek domino bagi perputaran uang di tingkat kerakyatan.
BACA JUGA: MIRIS! Kakak Tiri Diduga Perkosa Adik Selama 4 Tahun di Tanah Bumbu, Korban Diancam Dibunuh
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diingatkan juga agar tidak terjebak pada usulan fisik atau infrastruktur semata.
Kesejahteraan masyarakat ke depan dinilai sangat bergantung pada seberapa produktif program ekonomi dan seberapa unggul kualitas manusianya.