Tidak hanya urusan lokal, Bupati juga
menginstruksikan seluruh desa untuk segera menyelaraskan langkah dengan kebijakan nasional. Beberapa poin krusial yang ditekan mencakup program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga persoalan lingkungan seperti pengelolaan limbah sampah.
Bersamaan dengan sosialisasi 25 Program Unggulan Bupati, acara ini juga menjadi panggung apresiasi bagi desa-desa berprestasi.
Sebanyak 22 desa berhasil naik kelas menjadi status Mandiri dan 6 desa naik ke status Maju. Selain itu, diserahkan pula penghargaan Lomba Desa Berkelestarian Adat dan Budaya Tala 2025.
Bupati menutup arahannya dengan menekankan pentingnya profesionalitas dan ketaatan pada regulasi.
Ia menginginkan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan dasar rakyat di akar rumput.
“Kepala Desa dan BPD memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Keberhasilan program Pemkab Tala ditentukan oleh sinergi dan komitmen bersama tingkat desa,” ujarnya.
Ia menuntut adanya keselarasan gerak agar program pemerintah kabupaten tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, melainkan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
“Ketika desa bergerak searah dengan kebijakan daerah, pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya menegaskan.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu

