Lebih dari satu dekade kemudian, pernyataan tersebut kembali disorot Stewart. Pada 2025, ia menyebut cuitan Trump di masa lalu sebagai bentuk penghinaan dan pencemaran nama baik, bahkan melontarkan kritik tajam terhadap sosok tersebut.
Tarif Film dan Kekhawatiran Industri
Ketegangan kembali menguat setelah Trump mengusulkan penerapan tarif hingga 100 persen terhadap film-film Amerika yang diproduksi di luar negeri. Trump menilai industri film Amerika Serikat telah “dicuri” oleh negara lain.
Wacana tersebut menuai kritik luas dari pelaku industri perfilman dan hingga kini belum diwujudkan dalam kebijakan resmi. Namun, bagi Stewart, ancaman itu sudah cukup menjadi alarm.
Ia memilih tidak menunggu ketidakpastian kebijakan dan kini mulai membangun jalur karier baru sebagai sutradara dengan fokus produksi di Eropa, sambil tetap berharap karyanya dapat dinikmati oleh penonton Amerika Serikat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad

