Meski menuai kontroversi, ketentuan tersebut sebenarnya bukan hal baru. Arsip kebijakan privasi TikTok pada Agustus 2024 menunjukkan bahwa poin-poin serupa telah tercantum sebelumnya.
Selain polemik kebijakan privasi, TikTok di AS juga sempat mengalami gangguan layanan selama beberapa jam setelah pengumuman joint venture tersebut. Sejumlah kreator mengeluhkan tidak bisa mengunggah konten.
Kreator TikTok Nadya Okamoto mengungkapkan dirinya tidak dapat mengunggah video hampir selama 24 jam.
“Di dunia maya banyak sekali perbincangan tentang apakah ini kebetulan atau bentuk sensor. Karena semuanya terjadi bersamaan, rasanya sangat menakutkan,” ujar Okamoto, dikutip dari CNBC, Selasa (27/1/2026).
Akun X yang terkait dengan TikTok USDS Joint Venture kemudian menjelaskan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh pemadaman listrik di pusat data di AS.
“Kami sedang bekerja sama dengan mitra kami untuk menstabilkan layanan,” tulis akun tersebut.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad

