WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Bulan Syaban kerap disebut sebagai pintu gerbang menuju Ramadan. Di pertengahan bulan inilah terdapat momentum spiritual yang dinanti umat Islam, yaitu Nisfu Syaban.
Pada tahun 2026, Nisfu Syaban bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026, sedangkan malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026, selepas Maghrib. Momen ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk sejenak menjauh dari hiruk-pikuk dunia dan memperbanyak ibadah sebagai persiapan menyambut Ramadan.
Lantas, apa makna Nisfu Syaban? Bagaimana dalil dan pandangan para ulama terkait keutamaannya? Berikut ulasan lengkap mengenai pengertian, dalil, keutamaan, doa, serta amalan yang dianjurkan pada Nisfu Syaban.
Mengutip Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember berjudul Tradisi Nisfu Syaban di Pondok Pesantren Bintang Sembilan Dukuh Dempok Jember karya Umi Latifatun Nihayah, istilah Nisfu Syaban berasal dari dua kata bahasa Arab, yaitu nisfu dan Syaban.
Kata nisfu berasal dari nashafa yang berarti setengah atau pertengahan, sedangkan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Dengan demikian, Nisfu Syaban bermakna pertengahan bulan Syaban.
Dalil tentang Nisfu Syaban
Dalam buku Keutamaan dan Ibadah Malam Nisfu Syaban karya Muhammad Juriyanto, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperhatikan malam Nisfu Syaban dengan memperbanyak amal saleh.
Salah satu hadits yang sering dikaitkan dengan Nisfu Syaban diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Sayyidina Ali RA, yang berisi anjuran menghidupkan malam Nisfu Syaban dan berpuasa di siang harinya. Namun, berdasarkan penelusuran para ulama, hadits ini dinilai dhaif.

