WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) akan melaporkan insiden walk out timnas Senegal dalam laga final Piala Afrika 2025.
Langkah ini diambil setelah laga puncak di Rabat diwarnai aksi walk out para pemain Senegal yang memprotes keputusan penalti untuk tuan rumah.
“Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko mengumumkan akan menempuh jalur hukum melalui Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan FIFA untuk memberikan keputusan atas tindakan meninggalkan lapangan yang dilakukan tim nasional Senegal dalam pertandingan final melawan tim nasional Maroko, serta peristiwa-peristiwa yang menyertai keputusan tersebut, setelah wasit memberikan penalti yang dinilai benar oleh seluruh pakar,” kata FRMF seperti dikutip Mundo Deportivo pada Selasa (20/1).
FRMF menegaskan bahwa situasi tersebut berdampak signifikan terhadap jalannya pertandingan dan performa para pemain Maroko.
Pada pertandingan yang digelar Senin dini hari WIB, Maroko menyerah 0-1 kepada Senegal setelah melalui babak perpanjangan waktu.
Maroko memiliki peluang emas memastikan gelar juara pada akhir waktu normal.
Peluang tersebut datang setelah wasit, melalui tinjauan VAR, memberikan hadiah penalti kepada Maroko akibat pelanggaran berupa tarikan di bahu penyerang Brahim Diaz.
Keputusan itu memicu protes keras dari kubu Senegal, yang kemudian meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes.
Setelah penundaan panjang sekitar 14 menit, para pemain Senegal akhirnya kembali ke lapangan dan pertandingan dilanjutkan.
Namun, penalti yang dieksekusi Brahim Diaz gagal berbuah gol setelah tendangan panenka-nya ke tengah gawang dengan mudah dimentahkan kiper Senegal, Edouard Mendy.

