WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Pelatih Timnas Senegal, Pape Thiaw, menyampaikan permintaan maaf atas insiden kontroversial saat final Piala Afrika 2025, ketika ia sempat menginstruksikan pemainnya meninggalkan lapangan menjelang penalti yang dianugerahkan kepada tuan rumah Maroko.
Thiaw mengatakan keputusan itu diambil dalam “panasnya momen” dan tidak mencerminkan semangat fair play yang ia ingin tunjukkan.
Dalam wawancara pascapertandingan, Thiaw mengakui ia tidak setuju dengan keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya, namun ia menyesali reaksinya yang memicu aksi walk-out singkat dan meminta maaf kepada komunitas sepakbola atas keputusan emosional tersebut.
Insiden itu berlangsung setelah gol Senegal dianulir oleh ofisial pertandingan dan wasit Jean-Jacques Ndala memberikan penalti kepada Maroko melalui tinjauan VAR, yang kemudian gagal dieksekusi oleh Brahim Díaz setelah tendangan penalti diselamatkan oleh Édouard Mendy.
Thiaw kemudian membujuk timnya kembali ke lapangan, dengan kapten Sadio Mané memainkan peran kunci meyakinkan rekan-rekannya agar melanjutkan pertandingan, yang kemudian dimenangkan Senegal 1-0 lewat gol Pape Gueye di babak tambahan waktu.
Reaksi Thiaw ini mendapat beragam respons dari pengamat sepakbola dan pelatih lawan, termasuk kritik dari pelatih Maroko, Walid Regragui, yang menyebut tindakan walk-out tersebut merugikan citra sepakbola Afrika meskipun Senegal akhirnya keluar sebagai juara. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar

