Agus Maiyo menilai potensi keuntungan yang bisa diraih Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sangat besar.
Berdasarkan hasil kajian yang melibatkan konsultan, nilai transaksi devisa diperkirakan dapat menembus angka Rp400 triliun.
Potensi tersebut semakin menguat seiring kebijakan pemerintah terkait devisa hasil sumber daya alam (DHE SDA).
Melalui regulasi Kemenko, setiap transaksi ekspor dalam bentuk devisa wajib dikelola 100 persen dan ditahan selama tiga bulan di dalam negeri.
“Ketentuan ini menjadi peluang besar bagi Bank Kalsel untuk mengembangkan produk perbankan yang relevan. Misalnya, selama masa penahanan devisa, eksportir dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman atau skema back to back loan sebagai dasar pemberian kredit,” paparnya.
Agus menegaskan, peluang transaksi devisa ini tidak hanya bersifat insidental, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan bagi Bank Kalsel.
“Pada intinya, potensi ini sangat besar dan bisa dimanfaatkan secara optimal, baik dari transaksi devisa SDA maupun transaksi devisa reguler lainnya,” pungkasnya. (wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Yayu







