WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Insiden maut kembali mewarnai jalanan Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Kecelakaan karambol yang melibatkan tiga unit truk besar terjadi di ruas Jalan A. Yani, Desa Jilatan, Kecamatan Batu Ampar, mengakibatkan dua orang kehilangan nyawa, Senin (12/1/2026).

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 18.15 Wita, tepat saat kondisi jalan mulai gelap.

Kecelakaan diduga bermula ketika sebuah Hino Truck Tronton merah dengan nopol DA 8107 TAI meluncur dari arah Pelaihari menuju Jorong.

Saat memasuki jalur menikung ke kanan, truk yang dikemudikan Aji Normo Susilo tersebut diduga kehilangan kendali hingga oleng ke jalur lawan.

Nahasnya, dari arah berlawanan muncul Mitsubishi Dump Truck kuning (DA 8717 LH) milik Rudiansyah.

Jarak yang sudah sangat dekat membuat benturan tak terelakkan.

Truk Hino menghantam sisi kanan bak belakang Mitsubishi hingga truk kuning tersebut terbalik di tengah aspal.

Bukannya berhenti, truk Hino yang masih melaju tak terkendali kembali menghantam kendaraan lain di belakangnya, yakni Isuzu Dump Truck putih (DA 8813 ZN) yang dikemudikan Aditya Sanjaya.

Kerasnya hantaman membuat truk Isuzu terseret hingga ke bahu jalan.

Dampak dari kecelakaan beruntun ini sangat fatal.

Kernet truk Hino, Didi Kuswana, dinyatakan tewas di lokasi kejadian akibat cedera serius di dada dan kaki.

Sementara itu, Aditya Sanjaya, pengemudi truk Isuzu, sempat dilarikan ke rumah sakit karena luka robek parah di kepala dan kaki, namun nyawanya juga tidak tertolong saat menjalani perawatan medis.

Kasat Lantas Polres Tanah Laut, Iptu Aditya Dikav, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk mensterilkan lokasi dan melakukan investigasi mendalam.

BACA JUGA: Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Kalsel Hingga 5 Februari

“Setelah menerima laporan, personel Satlantas Polres Tanah Laut langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mengamankan arus lalu lintas, serta mengevakuasi korban dan kendaraan yang terlibat. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan,” ujar Iptu Aditya Dikav.