“Motor ku kemarin keluar dari bawah rem cakram, hampir pingsan rasanya,” komentar lainnya.
Ada pula yang berseloroh, “Untung sawa jaka tadung, kalau tidak bisa pingsan duluan.”
Tak sedikit pula yang menanggapi dengan humor, menyebut ular tersebut seolah “nebeng” perjalanan.
Fenomena ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat bahwa keberadaan ular di sekitar pemukiman saat musim hujan bukanlah hal mustahil. Kewaspadaan dan kehati-hatian menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak berujung pada insiden yang lebih berbahaya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad
