WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, meluruskan kabar yang sempat beredar luas terkait rencana kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ke Kalimantan Selatan. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini informasi tersebut masih sebatas wacana dan belum ditetapkan secara resmi.

Muhidin menjelaskan, pembahasan mengenai kunjungan Presiden muncul dalam rapat persiapan yang digelar pemerintah provinsi. Namun setelah dilakukan konfirmasi lebih lanjut, rencana tersebut ternyata belum mendapatkan persetujuan dari Presiden.

“Hari ini kita memang rapat persiapan. Ada dua hal yang dibahas, yakni wacana kedatangan Presiden dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Setelah dikonfirmasi, ternyata rencana kedatangan Presiden itu masih sebatas usulan dari Menteri Sosial, belum ada keputusan dari Presiden,” ujar Muhidin, Selasa (6/1/2026).

Ia mengakui sempat terjadi kesalahpahaman di internal, sehingga muncul informasi seolah-olah Presiden dijadwalkan berkunjung ke Kalimantan Selatan pada 12 Januari. Setelah dilakukan klarifikasi, jadwal tersebut dipastikan belum ditetapkan.

Sementara itu, terkait rencana kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, Muhidin menyebut bahwa persiapan teknis sudah dilakukan. Meski demikian, jadwal kedatangan Wapres masih berpotensi mengalami perubahan.

“Untuk Wapres sebenarnya direncanakan besok, namun ada kemungkinan diundur ke hari Kamis. Tim Paspampres juga sudah melakukan peninjauan ke wilayah Balangan dan Sungai Tabuk Keramat,” jelasnya.

Muhidin menambahkan, keputusan final terkait kedatangan Wakil Presiden masih menunggu laporan perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus bersiaga dan menyesuaikan persiapan sesuai arahan pemerintah pusat.(wartabanjar.com/IKhsan)

editor: nur_muhammad