WARTABANJAR.COM, BANJAR – Banjir yang melanda Desa Kelampayan Tengah, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, masih belum sepenuhnya surut.
Dari pantauan di lapangan, Senin (5/1/2026) sore, sejumlah rumah warga terendam hingga setinggi paha orang dewasa, memaksa penghuninya bertahan di dalam rumah dengan kondisi serba terbatas.
Imil, salah satu warga terdampak, mengatakan air menggenangi rumahnya hingga setinggi paha orang dewasa. Letak rumah yang berada di bantaran sungai membuat genangan cepat masuk ke dalam rumah.
Baca Juga Kronologi Remaja 15 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Pengambangan
“Di dalam rumah setinggi paha. Karena rumah kami di tepi sungai,” ujarnya.
Untuk bertahan, Imil bersama keluarganya terpaksa tidur di atas panggung kayu yang ditinggikan. Aktivitas sehari-hari pun terhenti sejak banjir melanda.
“Tidur di atas panggung, berhimpitan. Tidak bisa ke mana-mana,” ungkapnya.
Ia menyebut banjir sudah berlangsung sekitar 10 hari. Air datang secara tiba-tiba sejak sebelum pelaksanaan momen 5 Rajab di Sekumpul, dengan kenaikan yang cukup drastis dalam waktu singkat.
“Sabtu Minggu air datang, malam Seninnya langsung dalam. Naiknya cepat, sampai hampir satu meter,” tuturnya.
Sempat surut selama satu hingga dua hari, air kembali naik akibat hujan yang turun pada subuh hari. Hingga kini, genangan masih setinggi lutut di dalam rumah.
Dari sisi bantuan, Ibu Imil mengaku hanya menerima mi instan dan sembako dalam jumlah terbatas.
“Mi instan dua bungkus. Sembako mungkin dua kali. Tapi selimut tidak ada, obat-obatan juga tidak ada,” ujarnya.

